PERLAWANAN RAKYAT DALAM PUISI “HARI ITU AKU AKAN BERSIUL-SIUL” KARYA WIJI THUKUL (KAJIAN KRITIK PASCAKOLONIAL)

Authors

  • Sifatul Haeriyah Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesoa, Institut Pendidikan Nusantara Global, Indonesia
  • Samsul Hakim Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesoa, Institut Pendidikan Nusantara Global, Indonesia
  • Alpan Ahmadi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Institut Pendidikan Nusantara Global, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62667/begibung.v4i1.325

Keywords:

Puisi, Wiji Tukul, Kritik Pascakolonial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Hari Itu Aku Akan Bersiul-siul” karya Wiji Thukul dengan menggunakan pendekatan pascakolonial Homi K. Bhabha, khususnya konsep mimikri. Puisi ini merepresentasikan kritik terhadap sistem politik Orde Baru yang otoriter serta praktik demokrasi semu yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik membaca tekun (close reading) terhadap teks puisi untuk mengungkap makna tersurat dan tersirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan-tindakan simbolik dalam puisi, seperti memilih tetap di rumah, melakukan aktivitas domestik, dan menolak memberikan suara, merupakan bentuk perlawanan pasif yang dapat dipahami sebagai praktik mimikri. Dalam perspektif pascakolonial, mimikri tersebut memperlihatkan peniruan sistem demokrasi yang tidak pernah sepenuhnya patuh dan justru bersifat subversif terhadap kekuasaan. Puisi ini menegaskan bahwa kolonialisme modern tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan melalui dominasi politik dan ekonomi oleh elite lokal. Dengan demikian, puisi Wiji Thukul berfungsi sebagai media kritik sosial dan sarana resistensi budaya masyarakat pascakolonial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budi Hartono, & Massaguni, M. (2025). Perlawanan dalam Puisi Peringatan karya Wiji Thukul: Telaah semiotik Roland Barthes. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(2), 464–471. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i2.5949

Prasaja, Y. B. A., & Andayani, A. (2021). Puisi-puisi perlawanan Wiji Thukul dalam perspektif realisme sosialis Georg Lukacs. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra,1(01), 1–10.

Bhabha, H. K. (2007). The location of culture. Routledge

Idris, M., & Setiawan, A. (2022). Puisi perlawanan dan kesadaran politik rakyat. Jurnal Kajian Sastra.

Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi kualitatif. Jakarta: Kencana.

Olivia, H. M., & Salim, M. N. (2020). Mimikri dalam puisi hari itu aku akan bersiul siul karya Wiji Thukul (kajian poskolonial). Jurnal Literasi, 4(2). https://doi.org/10.25157/literasi.v4i2.3714.

Juidah, I., & Pratiwi, V. U. (2025). Representasi bentuk mimikri sebagai gejala poskolonial dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul.

Yolenta O. M. & Novita D. (2024) Puisi dan protes: Membongkar penindasan dan identitas poskolonial dalam puisi-puisi Okot p’Bitek dan Wiji Thukul.

Downloads

Published

28-02-2026

How to Cite

Sifatul Haeriyah, Samsul Hakim, & Ahmadi, A. (2026). PERLAWANAN RAKYAT DALAM PUISI “HARI ITU AKU AKAN BERSIUL-SIUL” KARYA WIJI THUKUL (KAJIAN KRITIK PASCAKOLONIAL). BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(1), 12–20. https://doi.org/10.62667/begibung.v4i1.325