PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBASIS NEUROSAINS UNTUK MENCIPTAKAN WELLBEING DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Neni Yuliani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Elsa Chaeratunnisa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Suroso Mukti Leksono Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.62667/begibung.v1i3.37

Keywords:

Tipe TGT, Neurosains, Wellbeing

Abstract

ABSTRAK

 

         Belajar merupakan sebuah proses dimana siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, pemahaman, atau pengalaman baru. Hasil  pengamatan saat proses pembelajaran sering dijumpai siswa yang merasa jenuh dengan materi-materi yang disampaikan. Sehingga proses pembelajaran yang disampaikan kurang efektif. Berdasarkan masalah tersebut maka guru perlu memperbaiki proses pembelajaran dengan mendeteksi permasalahan yang ada di kelas. salah satu permasalahan tersebut yaitu kejenuhan saat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam mengatasi kejenuhan belajar. Guru harus mengetahui kajian sistem saraf di otak manusia atau dikenal sebagai neurosainsetiap. Karena pada proses pembelajaran yang dilakukan pasti melibatkan kinerja otak. Dalam proses pembelajaran, otak membutuhkan stimulasi yang bervariasi untuk tetap terlibat dan mencegah kejenuhan. Model pembelajaran yang lebih mendorong keaktifan, kemandirian dan tanggung jawab dalam diri siswa sesuai dengan model pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Pada pembelajaran kooperatif tipe TGT ini terlihat siswa antusias dan aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat mengatasi kejenuhan belajar siswa. Selain itu pembelajaran kooperatif tipe TGT juga dapat menciptakan menciptakan kejeahteraan dan kebahagiaan (Wellbeing).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Borkar, V. N. (2016). Positive school climate and positive education: Impact on students well-being. Indian Journal of Health and Wellbeing, 7(8), 861.

Harun, Jamaluddin. 2003. Teori Pembelajaran serta Kesannya dalam Reka bentuk Aplikasi Multimedia Pendidikan. [online] http://b.domaindlx.com/infodata/pdf/mdp.pdf.

Moleong J, Lexy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Bandun

Nana, S. S. (2015). Metode Penelitian Pendidikan,. Remaja Rosdakaraya,

Nurasiah, N. (2016). Urgensi neuroscience dalam pendidikan (sebagai langkah inovasi pembelajaran). Al-Tadzkiyyah, 7(2), 72-93.

R. Nummela,(2014), Teaching and the Human Brain, vol. 3, no. 2.

Sakdiah, H, & Arpenas, 2018, The Analysis of SWOT Management and Students’ Interest Toward STKIP Muhammadiyah Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2, September 2018 http://journal.uin-alauddin.ac.id/indeks.php/PendidikanFisika

Schneider, Harry D. 2011. “Neuroscince. “ [online] https://www.harrydschneidermd.com/html/neuroscience.html

Sesmiarni, Z. (2014). Model Pembelajaran Ramah otak Dalam Implementasi Kurikulum 2013. 166.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan,. Alfabeta

Sutopo, HB. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya

Susanto, S., & Munfarohah, I. R. (2020). Neurosains Dalam Mengembangkan Kecerdasan Intelektual Peserta Didik Sd Islam Al-Azhar Bumi Serpong Damai. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 19(2), 331–348. https://doi.org/10.15408/kordinat.v19i2.19000

Zelazo, P. D., Chandler, M., & Crone, E. (Eds.). (2016). Developmental social cognitive neuroscience. Psychology Press.

Zulfani Sesmiarni, (2013) Model Pembelajaran Ramah Otak Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandar Lampung : Aura Printing & Publishingg

.

Downloads

Published

27-12-2023

How to Cite

Yuliani, N., Chaeratunnisa, E., & Mukti Leksono, S. (2023). PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBASIS NEUROSAINS UNTUK MENCIPTAKAN WELLBEING DI SEKOLAH DASAR. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(3), 113–125. https://doi.org/10.62667/begibung.v1i3.37